CV Lohjinawi Logistic telah melakukan praktik keberlanjutan (sustainability) bukan hanya sekedar memenuhi kewajiban administratif perusahaan, melainkan sebuah strategi bisnis yang mampu meningkatkan kinerja dan membuka peluang pendanaan perusahaan. Hal ini disampaikan langsung oleh Ibu Yasmin sebagai direktur Lohjinawi Logistic dalam Talkshow Graduation Showcase: New MSME Reporters pada Rabu, (11/02/2026).
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan sampah daur ulang, Lohjinawi Logistic awalnya memandang pelaporan keberlanjutan sebagai proses yang rumit dan memakan waktu. Namun, pandangan tersebut berubah setelah mengikuti pelatihan penyusunan Sustainability Report yang diinisiasi oleh APINDO, GRI, SECO bersama IPRO.
Selain perihal proses administratif, Lohjinawi Logistic yang erat kaitannya dengan proses produksi dan distribusi sampah daur ulang memiliki isu utama yang diangkat dalam laporan keberlanjutannya yakni terkait dengan pengelolaan emisi karbon. Dalam hal ini, Lohjinawi Logistic yang diwakili oleh Ibu Yasmin memaparkan pentingnya untuk memperhatikan emisi karbon yang ada dalam proses produksi bahan baku dari sampah daur ulang dan memperhatikan limbah residu.
“Kami mengatur bagaimana mobilisasi sampah daur ulang dilakukan dalam sebuah lingkup yang berdekatan agar meminimalisir pengeluaran emisi karbon,” ungkap Yasmin.
Prinsip keberlanjutan dalam bisnis turut memperkuat operasional Lohjinawi Logistic, pasalnya jika diawal sebelum mendapat pelatihan serupa Ibu Yasmin mengaku bahwa perusahaannya seolah berjalan tanpa rambu-rambu berbekal kalimat “Asal tiap bulan tidak merugi.” Namun, setelah menata ulang kembali operasional yang dijalankan, bisnis Lohjinawi Logistic terasa semakin mudah dalam memperoleh laba keuntungan.
Perubahan tersebut turut membangun komitmen internal agar memiliki peranan penting untuk terjun menyelesaikan laporan keberlanjutan. Lohjinawi Logistic melihat bahwasanya upaya pelaporan yang dapat mendukung akuntabilitas bisnis memerlukan reformasi budaya organisasi melalui pendistribusian pengetahuan yang masif kepada seluruh anggota, sehingga masing-masing anggota dapat memahami peranan besarnya dan turut mewujudkan target bersama.
Program pelatihan tersebut juga mendorong transformasi orientasi bisnis Lohjinawi Logistic. Dengan kemitraan skala besar bersama bank sampah, perusahaan kini berkomitmen membangun sistem kerja yang aman, dan menciptakan bisnis rendah emisi, serta memastikan keamanan dan kesehatan pekerja.
Sebagai penutup Ibu Yasmin menyampaikan pesannya bagi para UMKM yang masih terjebak dalam keragu-raguan.
“Sebagai tumpuan penting roda perekonomian nasional, tidak ada ekonomi yang bertumbuh di lingkungan yang tercemar, di tatanan sosial yang penuh konflik, dan di tata kelola bisnis yang tidak akuntabel. Bahwa praktik keberlanjutan itu senafas dengan pertumbuhan ekonomi” tegas direktur Lohjinawi Logistic itu
Keyakinan tersebut tertanam kuat dalam visi Lohjinawi Logistic yaitu “Sustainability Beyond Humanity” yang artinya komitmen bisnis usaha yang dilakukan bertumpu pada prinsip-prinsip keberlanjutan yang memberi kebermanfaatan tidak hanya untuk individu manusia tetapi juga keharmonisan sosial dan kelestarian lingkungan.